Cluster Rumpon Dasar Kasuso Buktikan Manfaat Nyata, Produksi Ikan Capai 34,78 Ton Selama Semester I 2026

Konstruksi Rumpon Dasar

Bulukumba – Program pengembangan Cluster Rumpon Dasar Kasuso yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Perikanan kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Cluster Rumpon Dasar Kasuso Semester I Tahun 2026, kawasan habitat buatan tersebut berhasil meningkatkan produktivitas penangkapan ikan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat nelayan.

Selama periode Januari hingga Juni 2026, total produksi hasil tangkapan dari kawasan Cluster Rumpon Dasar Kasuso diperkirakan mencapai 34,78 ton dengan estimasi nilai ekonomi sekitar Rp1,32 miliar. Peningkatan produksi terjadi secara bertahap dari bulan ke bulan, seiring membaiknya kondisi oseanografi Teluk Bone pada awal Musim Timur serta meningkatnya aktivitas armada nelayan yang memanfaatkan kawasan rumpon.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba, Yusli Sandi, S.Kel., M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan rumpon dasar tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pengumpul ikan, tetapi telah berkembang menjadi habitat buatan yang mampu meningkatkan produktivitas perairan secara berkelanjutan.

"Rumpon dasar yang dipasang secara berkelompok telah membentuk ekosistem baru di dasar perairan. Selain meningkatkan hasil tangkapan nelayan, keberadaan rumpon juga memperkaya keanekaragaman hayati dan mendukung munculnya ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi."

Cluster Rumpon Dasar Kasuso sendiri terdiri atas sekitar 100 unit rumpon dasar yang ditempatkan pada kedalaman sekitar 15–30 meter di Perairan Kasuso, Kecamatan Bonto Tiro. Sistem pemasangan secara berkelompok (cluster) terbukti mampu memperluas area agregasi ikan, meningkatkan kompleksitas habitat dasar, menyediakan tempat berlindung bagi ikan juvenil, sekaligus menjadi media tumbuh berbagai organisme penempel yang menjadi sumber pakan alami bagi ikan.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa kawasan tersebut dimanfaatkan secara rutin oleh sekitar 7–15 unit perahu nelayan setiap hari menggunakan alat tangkap yang relatif ramah lingkungan, seperti pancing ulur, pancing dasar, dan speargun untuk jenis ikan tertentu. Rata-rata produktivitas armada mencapai sekitar 18,3 kilogram per kapal per trip, yang menunjukkan tingkat efisiensi penangkapan yang cukup tinggi bagi nelayan skala kecil.

Dari sisi komposisi hasil tangkapan, produksi masih didominasi oleh Selar Kuning (Mangali) sebesar 55 persen, disusul Kembung (Katombong) sebesar 20 persen, Kakap Merah sebesar 15 persen, dan Kerapu Sunu sebesar 10 persen. Meskipun volume Kerapu Sunu relatif lebih kecil, komoditas tersebut memberikan kontribusi ekonomi terbesar karena memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

Selain memberikan manfaat ekonomi, laporan juga mencatat perkembangan fungsi ekologis yang semakin baik. Meningkatnya frekuensi tertangkapnya Kakap Merah dan Kerapu Sunu serta ditemukannya berbagai organisme penempel pada struktur rumpon menjadi indikator bahwa kawasan tersebut telah berkembang menyerupai habitat alami yang mendukung kehidupan berbagai jenis biota laut.

Analisis dalam laporan juga menunjukkan bahwa produktivitas kawasan masih berada pada tingkat yang berkelanjutan. Nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) relatif stabil dan belum menunjukkan indikasi terjadinya penangkapan berlebih (overfishing), sehingga kawasan rumpon masih mampu menopang aktivitas penangkapan nelayan secara optimal apabila pengelolaannya terus dilakukan dengan baik.

Keberhasilan Cluster Rumpon Dasar Kasuso menjadi bukti bahwa pendekatan pembangunan perikanan berbasis habitat buatan mampu memberikan manfaat ganda, yaitu meningkatkan produktivitas perikanan tangkap sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya ikan. Model pengelolaan ini dinilai layak menjadi percontohan bagi pengembangan kawasan serupa di wilayah pesisir Kabupaten Bulukumba maupun daerah lain di Indonesia.

Ke depan, Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba akan terus memperkuat sistem monitoring, melakukan pemeliharaan rumpon secara berkala, mengembangkan sistem pencatatan digital hasil tangkapan, serta meningkatkan kapasitas nelayan agar manfaat ekologis dan ekonomi dari Cluster Rumpon Dasar Kasuso dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.




Hasil Tangkapan Rumpon Dasar


Comments

Popular posts from this blog

Ekspor Ikan Perdana ke Arab Saudi Resmi Diluncurkan dari KNMP Bentenge

Introduksi Teknologi Terus Dilakukan: Demi Nelayan yang Bonafid

Kehobohan Nelayan Berlanjut: Setelah Paus dan Scalicus, Kini Ditemukan Kerapu Kertang