Ekspor Ikan Perdana ke Arab Saudi Resmi Diluncurkan dari KNMP Bentenge

 


Bulukumba – Denyut nadi bisnis perikanan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge mulai menggeliat. Meski pembangunan kawasan belum rampung sepenuhnya, aktivitas ekonomi berbasis perikanan tangkap telah menunjukkan dampak nyata. Hal ini ditandai dengan peluncuran ekspor ikan perdana ke Arab Saudi yang secara resmi dilepas oleh Bupati Bulukumba  H.Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Kadis Perikanan Bulukumba dari KNMP Bentenge, Bulukumba.

Ekspor perdana ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor perikanan Bulukumba. Sebanyak 1 ton ikan segar dikirim langsung menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menggunakan mobil pendingin (refrigerated truck) milik KNMP Bentenge, untuk selanjutnya diterbangkan pada hari yang sama menuju Jeddah, Arab Saudi.

Keberangkatan ekspor ini menegaskan bahwa kehadiran fasilitas KNMP Bentenge tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi langsung berfungsi sebagai penggerak ekonomi riil. Aktivitas perikanan tangkap yang sebelumnya berjalan biasa kini menunjukkan lonjakan, seiring terbukanya akses pasar ekspor langsung dari Bulukumba.

Memutus Rantai Distribusi Panjang yang Merugikan Nelayan

Selama ini, nelayan Bulukumba dan daerah sekitarnya harus bergantung pada skema pemasaran yang panjang dan tidak efisien. Hasil tangkapan nelayan dikirim ke Makassar terlebih dahulu, melewati banyak perantara seperti pengepul lokal, pedagang pengumpul, hingga eksportir besar. Setiap mata rantai mengambil margin keuntungan, sehingga harga yang diterima nelayan di tingkat pertama menjadi sangat rendah dan jauh dari nilai sebenarnya di pasar ekspor.

Model rantai pasar yang panjang ini berdampak buruk, antara lain:

  • Menekan harga jual di tingkat nelayan
  • Meningkatkan biaya logistik dan transportasi
  • Memperlemah posisi tawar nelayan
  • Menghambat pertumbuhan usaha perikanan lokal

Melalui KNMP Bentenge, Bulukumba memutus rantai pemasaran yang tidak efisien tersebut. Ekspor dilakukan langsung dari sumber produksi, sehingga nelayan menerima harga yang lebih adil dan kompetitif.

Harga Nelayan Naik Signifikan

Aktivitas ekspor perdana ini langsung mendongkrak harga ikan di wilayah Bulukumba. Harga yang diterima nelayan bahkan lebih tinggi dibandingkan harga yang selama ini diberikan eksportir di Makassar. Hal ini tidak hanya memotong rantai distribusi, tetapi juga memangkas ongkos kirim bagi nelayan dan pengusaha lokal.

Dampaknya, keuntungan tidak lagi tergerus di tengah jalan, melainkan langsung dirasakan oleh nelayan sebagai produsen utama. Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan Bulukumba sekaligus menarik nelayan dari kabupaten sekitar untuk memasarkan hasil tangkapannya melalui KNMP Bentenge.

Jenis dan Volume Ikan yang Diekspor

Pada ekspor perdana ini, total ikan yang dikirim mencapai 1 ton, terdiri dari:

  • Ikan demersal, meliputi:
    • Ikan kerapu
    • Katamba pasir (nama lokal)
    • Ikan kakap
    • Ikan kakatua
  • Ikan pelagis, meliputi:
    • Ikan tenggiri
    • Ikan tinumbu

Seluruh ikan ditangani dengan standar rantai dingin (cold chain) untuk menjaga mutu hingga tiba di negara tujuan.

KNMP Bentenge sebagai HUB Ekspor ke Arab Saudi

Ke depan, ekspor ikan dari KNMP Bentenge direncanakan berlangsung rutin setiap minggu dengan kuota awal 1 ton per pengiriman. Apabila pasokan belum mencukupi, hasil tangkapan nelayan akan ditampung sementara di fasilitas cold storage KNMP Bentenge, sehingga kualitas tetap terjaga dan kontinuitas ekspor terjamin.

KNMP Bentenge diproyeksikan menjadi HUB ekspor ikan ke Arab Saudi, dengan konsep:

  • Sebagai pusat pengumpulan (collection point) hasil tangkapan nelayan Bulukumba dan daerah sekitar
  • Menyediakan fasilitas penyimpanan dingin, sortasi, dan pengemasan
  • Menjadi titik distribusi ekspor langsung tanpa harus melalui kota besar
  • Memperkuat posisi tawar nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal di pasar internasional

Dengan konsep hub ini, Bulukumba tidak hanya menjadi daerah penghasil ikan, tetapi juga simpul utama perdagangan perikanan ekspor.

Prakiraan Nilai Ekspor

Dengan volume ekspor 1.000 kilogram dan kisaran harga ikan antara Rp150.000 hingga Rp245.000 per kilogram, maka prakiraan nilai ekspor pada pengiriman perdana ini adalah sebesar 197 juta rupiah.

Nilai ini diperkirakan akan terus meningkat seiring konsistensi pengiriman, perluasan jenis ikan, dan meningkatnya volume ekspor.

Harapan ke Depan

Ekspor perdana ini menjadi tonggak penting transformasi sektor perikanan Bulukumba. KNMP Bentenge diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan kawasan nelayan yang terintegrasi mampu:

  • Meningkatkan kesejahteraan nelayan
  • Memperpendek rantai distribusi
  • Menghadirkan harga yang adil
  • Mengangkat posisi Bulukumba dalam peta ekspor perikanan nasional

Dengan potensi sumber daya perikanan yang besar dan dukungan infrastruktur yang terus dibenahi, Bulukumba optimistis menatap masa depan sebagai pusat ekspor ikan unggulan dari Sulawesi Selatan ke pasar global, khususnya Timur Tengah.




Comments

Popular posts from this blog

Introduksi Teknologi Terus Dilakukan: Demi Nelayan yang Bonafid

Kehobohan Nelayan Berlanjut: Setelah Paus dan Scalicus, Kini Ditemukan Kerapu Kertang

KAPAL NELAYAN MILIK WARGA TERBAKAR DISAMBAR PETIR DI BONTOTIRO