Inovasi “Pa’ Bagang Juku Layang” Dorong Transformasi Besar Layanan Perikanan Bulukumba
Bulukumba — Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui lahirnya Aksi Perubahan bertajuk “Pa’ Bagang Juku Layang”, sebuah inovasi penguatan kelembagaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang disusun oleh Hj. Andi Apriani Patsyar, S.Pi., M.Si dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VII LAN RI Makassar. Inovasi ini dinilai sangat strategis dan diproyeksikan membawa perbaikan besar terhadap tata kelola perikanan tangkap di wilayah Bulukumba.
Berdasarkan dokumen resmi rancangan aksi perubahan yang telah diseminarkan dan disempurnakan pada 20 Oktober 2025 , program “Pa’ Bagang Juku Layang” lahir dari kebutuhan mendesak akan kelembagaan TPI yang lebih kuat, terstruktur, dan mampu menjawab tantangan modernisasi pelayanan sektor perikanan.
TPI sebagai Jantung Distribusi Perikanan Bulukumba
Sebagai kabupaten maritim dengan panjang garis pantai 128 km dan produksi perikanan tangkap yang terus meningkat dari 52.651 ton (2019) menjadi 58.965 ton di tahun 2025 , Bulukumba membutuhkan sistem pelelangan yang tertib, transparan, dan berstandar pelayanan publik yang tinggi.
Namun, dokumen tersebut menegaskan bahwa TPI di Bulukumba masih menghadapi berbagai kendala, seperti:
- SOP belum baku
- SDM yang belum terlatih optimal
- Minim transparansi harga dan rawan monopoli
- Sarana prasarana yang belum memadai
- Koordinasi antar-stakeholder yang belum efektif
Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas seluruh permasalahan tersebut.
Inovasi “Pa’ Bagang Juku Layang”: Penguatan Kelembagaan yang Komprehensif
Program ini menawarkan pendekatan yang komprehensif dan menyentuh seluruh aspek kelembagaan TPI. Dalam dokumen aksi perubahan disebutkan bahwa inovasi ini fokus pada 4 pilar utama, yaitu:
1. Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola
- Penataan ulang struktur organisasi TPI.
- Pembagian tugas dan fungsi yang lebih jelas.
- Pembentukan tim kerja efektif.
- Penyusunan regulasi internal berbasis pelayanan publik.
2. Peningkatan SDM dan Profesionalisme Layanan
- Pelatihan dan pendampingan petugas TPI.
- Penguatan budaya integritas dan pelayanan cepat.
- Peningkatan kompetensi petugas retribusi, pengelola, hingga penyuluh.
3. Penguatan Sistem & SOP
- Penyusunan SOP baru untuk:
- Surat masuk dan keluar,
- Penyaluran karcis,
- Penerimaan PAD,
- Pengawasan pelelangan.
- Penertiban administrasi dan dokumen-dokumen retribusi yang selama ini sering bermasalah.
4. Integrasi Teknologi dan Transparansi Harga
Meski dimulai dari teknologi sederhana, aksi perubahan ini telah membuka ruang digitalisasi layanan, seperti:
- Sistem pencatatan berbasis Google Drive,
- Publikasi harga dan informasi hasil lelang secara terbuka,
- Persiapan menuju digitalisasi transaksi di masa mendatang.
Tahapan Pelaksanaan: Dari Konsolidasi hingga Lounching
Milestone aksi perubahan yang disusun sangat rinci dan terstruktur. Pada tahap jangka pendek—Oktober hingga Desember 2025—kegiatan yang dilaksanakan meliputi:
- Koordinasi lintas stakeholder,
- Pembentukan tim efektif,
- Identifikasi seluruh dokumen bermasalah,
- Penyusunan SOP lengkap,
- Sosialisasi SOP kepada internal,
- Publikasi dan lounching inovasi.
Sementara pada tahap menengah dan jangka panjang, inovasi ini diarahkan untuk mewujudkan:
- Pelayanan pelelangan yang profesional,
- Optimalisasi penerimaan PAD,
- Pengawasan yang lebih ketat,
- Terbentuknya UPTD TPI Bentenge sebagai lembaga resmi dengan struktur yang mandiri dan kuat.
Mengapa Inovasi Ini Penting?
Inovasi “Pa’ Bagang Juku Layang” membawa banyak manfaat strategis, baik bagi nelayan, pemerintah, maupun stakeholder lainnya, antara lain:
Bagi Nelayan
- Harga ikan lebih adil dan transparan.
- Proses lelang terbuka dan tidak dimonopoli.
- Pelayanan lebih cepat dan teratur.
Bagi Pemerintah
- Meningkatkan PAD dari retribusi TPI.
- Menegakkan prinsip good governance.
- Meningkatkan citra layanan publik.
Bagi Pengusaha & Pedagang
- Akses informasi harga yang transparan.
- Kepastian pasokan yang lebih tertib.
Bagi Organisasi
- Administrasi yang bersih, akuntabel, dan siap audit.
- Kelembagaan TPI yang kuat dan modern.
Semua manfaat tersebut tertuang dalam dokumen manfaat aksi perubahan dalam file lampiran.
Dukungan Penuh Stakeholder: Kunci Kesuksesan
Salah satu kekuatan utama inovasi ini adalah dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk:
- Kepala Dinas Perikanan,
- Bidang Perikanan Tangkap,
- Bapenda,
- Baperida,
- Inspektorat,
- Nelayan,
- Pedagang,
- Media.
Dokumen menunjukkan bahwa aksi perubahan ini mendapatkan dukungan resmi Mentor dan Coach serta telah melalui proses evaluasi seminar LAN.
Ini menandakan bahwa inovasi ini bukan hanya inisiatif individu, tetapi menjadi program bersama yang didorong untuk menjadi standar layanan baru di Bulukumba.
Dampak Nyata bagi Kinerja Dinas Perikanan
Inovasi “Pa’ Bagang Juku Layang” secara langsung memperbaiki beberapa aspek kinerja Dinas Perikanan, antara lain:
- Menurunkan kesalahan administrasi SPJ dan retribusi.
- Menertibkan arus dokumen surat masuk/keluar.
- Meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan TPI.
- Efisiensi kerja staf dan pengelola.
- Mendorong transformasi menuju digitalisasi layanan.
- Menguatkan posisi TPI sebagai pusat layanan nelayan.
Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya memperbaiki kualitas pelayanan—tetapi juga memperkuat fondasi manajemen organisasi.

Comments
Post a Comment